Home Kuliner Dibalik Ayam Gepuk Pak Gembus Yang Sukses Besar

Dibalik Ayam Gepuk Pak Gembus Yang Sukses Besar

58
1
SHARE
ARTICLE TOP AD

Siapa yang belum tau Ayam Gepuk Pak Gembus dengan ciri khas banner kuningnya yang telah menjamur disudut ibukota? Belum tau? Masa sih?! Ayam Gepuk Pak Gembus wajib di icip bagi penggemar kuliner ayam dengan sambal nan pedas dan nikmat.

Lalu siapakah sosok dibalik Pak Gembus ini? Hmm penasaran ya…

Berawal dari kegemaran Ridho Nurul Adityawan yang akrab dengan panggilan Gembus semasa kecilnya, yaitu memasak ayam, kini dapat menghasilkan hingga miliaran rupiah tiap bulannya.

“Saya selama ini kerja, tapi tujuannya untuk cari modal usaha,” tuturnya, kepada Kompas.com, Jumat (28/7/2017).

Ridho yang merupakan lulusan D3 Politeknik Universitas Diponegoro, Semarang, dahulu adalah seorang pegawai kantoran biasa. Dia pernah bekerja sebagai staf di sebuah perusahaan batu bara di Kalimantan selama 8 bulan. Kemudian bekerja sebagai staf administrator di PT Wilmar di Sambas selama 1,2 tahun, dan sebagai Customer Service Inbound di MNC (Indovision) selama 1,5 tahun. Tujuannya bekerja hanya satu, yakni menyisihkan gaji untuk membuka usaha. Gaji yang diterima selama menjadi karyawan hanya senilai upah minimum provinsi (UMP) atau sekitar Rp 2,8 juta tiap bulannya.

Bagaimana perjuangan Ridho, dalam membangun “Ayam Gepuk Pak Gembus”?

Selama 3,5 tahun, Ridho menyisihkan gaji setiap bulannya hingga akhirnya terkumpul uang sebesar Rp 19 juta. Hingga akhirnya, ia memutuskan resign dari MNC dan memulai membangun warung kaki lima “Ayam Gepuk Pak Gembus” di Jalan Pesanggrahan, Jakarta Barat, pada 12 Oktober 2013 bermodalkan tenda sebesar 3×3 meter. Nyatanya, dibutuhkan modal hingga Rp 23 juta untuk memulai usaha tersebut.

“Saya pinjam kamera ke teman kos-kosan saya dan kameranya saya gadaikan. Sampai motor saya Vario 110 cc, diambil sama leasing,” tutur Ridho yang hampir menyerah karena berutang sana sini dan uangnya habis di transportasi.

Enam bulan pertama, Ridho menjalani sendiri usahanya. Dia juga yang memasak dan melayani pembeli. Saat “Ayam Gepuk Pak Gembus” baru dibuka, dia mengatakan, 3 ekor ayam saja susah untuk dihabiskan.

Dengan kegigihan, kesabaran, dan mental yang kuat, dia merasa perlu utuk terus memperjuangkan “Ayam Gepuk Pak Gembus”. Sebab, di sisi lain, dia juga merupakan anak tunggal.

Pernah suatu ketika, dia merasa senang karena berhasil menjual 12 ekor ayam. Ridho mendapat untung atau laba bersih tiap harinya sekitar Rp 100.000-Rp 150.000. Usahanya mulai berkembang ketika seorang pelanggannya yang bernama Dani menawarkan bisnis franchise.

Ridho yang tak mengerti apa-apa soal bisnis franchise meminta waktu selama satu pekan untuk mempelajari hal tersebut. Kemudian, Ridho pergi ke warnet dan mencari tahu bagaimana bisnis franchise.

“Saya copy paste saja, ada franchise donat, saya ganti donatnya sama ayam gepuk Pak Gembus. Oke 5 hari sudah ketemu, bikin proposal, saya undang si Kokoh Dhani,” kata Ridho.

Dhani merasa tertarik dan membuka dua cabang “Ayam Gepuk Pak Gembus” di Mangga Besar dan Kebon Sirih. Ridho hanya bermodalkan banner yang dilengkapi dengan nomor teleponnya untuk bisnis franchise.

Kini, “Ayam Gepuk Pak Gembus” sudah memiliki 462 cabang se-Asia Tenggara. Pada awalnya, Ridho hanya dapat menghabiskan 3 ekor ayam, kini tiap warungnya dapat menghabiskan 110 ekor ayam dan jika dihitung di seluruh cabang, 12 ton ayam dapat habis dalam satu hari.

Kesuksesan tersebut membuat dirinya membangun sebuah induk perusahaan yang dinamakan PT Yellow Food Indonesia. Induk perusahaan itu dibangun sejak Maret 2015.

Awalnya kantor tersebut jadi satu dengan dapurnya yang berada di Jalan Jomas, Pesanggrahan, Jakarta Barat. Kemudian menjadi kantor sendiri dan membentuk PT pada tahun 2016.

“Saya bikin PT karena kuota kami juga sudah banyak banget kebutuhannya. PT Yellow Food Indonesia itu anak usahanya ada ayam gepuk Pak Gembus dan Mie Santet,” kata Ridho.

Berkat “Ayam Gepuk Pak Gembus” pula, Ridho bertemu jodohnya. Sang istri merupakan pelanggan ayam gepuk yang sering datang ke warungnya. Pada akhirnya, mereka menikah pada 25 September 2015.

“Saya bikin PT karena kuota kami juga sudah banyak banget kebutuhannya. PT Yellow Food Indonesia itu anak usahanya ada ayam gepuk Pak Gembus dan Mie Santet,” kata Ridho.

 

Penulis: Josephine Lestariana
Sumber: Kompas.com dengan judul “Kenalkan Pak Gembus, Sosok di Balik Kesuksesan “Ayam Gepuk Pak Gembus”.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here