Home Perjalanan Terkejut Menemukan Tanjakan Asoy di Gunung Ciremai

Terkejut Menemukan Tanjakan Asoy di Gunung Ciremai

132
0
SHARE
ARTICLE TOP AD

Dari judulnya saja sudah asoy ya?, asoy yang anda artikan tidak sama dengan asoy pada umumnya, karena mungkin dinamakan asoy karena jalur tersebut memang “asoy” di dengkul ūüėÄ . Tanjakan ini akan kalian temukan ketika mendaki Gunung Ciremai dan memilih jalur Palutungan.

Meurut Wikipedia: Gunung Ceremai dilihat dari desa¬†Linggarjati,¬†Cilimus,¬†Kuningan¬†Gunung Ceremai¬†(seringkali secara salah kaprah dinamakan “Ciremai”) adalah¬†gunung berapi kerucut¬†yang secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni¬†Kabupaten Kuningan¬†dan¬†Kabupaten Majalengka, Provinsi¬†Jawa Barat.¬†Posisi geografis¬†puncaknya terletak pada 6¬į 53′ 30″ LS dan 108¬į 24′ 00″ BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan¬†laut. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.

Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.

Kini G. Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.

Nama gunung ini berasal dari kata¬†cereme¬†(Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut¬†Ciremai, suatu gejala¬†hiperkorek¬†akibat banyaknya nama tempat di wilayah¬†Pasundan¬†yang menggunakan awalan ‘ci-‘ untuk penamaan tempat.

Ada 3 jalur yang biasa digunakan para pendaki di Gunung Ciremai. Jalur Palutungan, Apuy dan Linggarjati. Kami memilih jalur Palutungan karena tidak terlalu sulit. Biaya simaksi sebesar Rp.50.000,-. Jika anda mendaki gunung Ciremai tidak usah membawa air yang banyak karena di Pos 3 ada sumber air yang bisa kita ambil. Sumber air tersebut adalah sumber air terakhir yang dapat kita temui, jadi disarankan persiapkan tempat air yang cukup banyak sebegai bekal untuk perjalanan selanjutnya.

Alhamdulillah cuaca cerah dan tidak terlalu panas memdahkan kami mendaki. Kami memilih untuk bermalam di Pos 3 untuk menyimpan energi keesokan harinya dan menghabiskan persediaan air untuk kemudian diisi ulang semua. Nah sampailah di tanjakan asoy, di salah satu Pos pendakian kita akan menemukan warung yang menjajakan banyak makanan dan minuman. Beristirahat sejenak menjadi pilihan kami.

Pastikan kondisi dengkul anda aman untuk melewati Tanjakan Asoy ya penikmat perjalanan ūüėÄ . Benar-benar asoy pokoknya ūüėÄ . Bikin dengkul ikutan asoy. Kami memilih mendirikan tenda di Goa Walet karena tidak terlalu jauh dari puncak dan aman untuk mendirikan tenda dari terpaan angin.

Perjalanan ke puncak memang lumayan terjal dan mengharuskan kita untuk berhati-hati karena terdapat batu-batu yang tidak semua aman ketika diinjak. Ketika sampai di puncak kalian akan disuguhi pemandangan yang memikat mata, diantaranya kawah gunung Ciremai.

Buat lo yang suka jalan. Tingkatkan kewaspadaan ketika berada di pinggir kawah karena belum terdapatnya pagar pengaman. Bisa dilihat pada gambar. Tidak butuh waktu lama bagi kami untuk mengabadikan moment di puncak.

Nah sekian cerita jalan-jalan ke gunung Ciremai. Semoga bisa menambah tujuan jalan-jalan kalian ya ūüôā .

Salam Lestari ūüôā

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here