/Jalan-jalan ke Gunung Gede

Jalan-jalan ke Gunung Gede

Kuyy…. kali ini kita coba ke kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tepatnya Gunung Gede. Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 – 3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51′ – 107°02′ BT dan 64°1′ – 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas. Gunung Gede diselimuti oleh hutan pegunungan, yang mencakup zona-zona submontana, montana, hingga ke subalpin di sekitar puncaknya. Hutan pegunungan di kawasan ini merupakan salah satu yang paling kaya jenis flora di Indonesia, bahkan di kawasan Malesia. (sumber: wikipedia)

Seperti sebelum-sebelumnya, tim berkumpul di basecamp PHB (Bale). Kali ini naik bareng rekan-rekan yang sudah lama menikmati alam bebas. Asik dapat ilmu lagi deh.. he2.. berhubung pendakian banyak pesertanya maka kami menyewa bus sedang (seukuran metromini).

Gassss lah gak pake lams.. Oh iya lupa ngasih tahu jika jalur yang akan kami ambil untuk naik Gunung Gede adalah jalur Puteri dan Turunnya jalur Cibodas. Karena kami parkir bus yang disewa di Cibodas jadi kami lanjut pakai angkot ke jalur Puterinya. Makan udah tapi sampe di jalur Puteri kok masih lapar. Yaudah jalan aja lah.. Kok badan berasa aneh dan mual kayak pengen muntah. Bener gue masuk angin baju base layer yang seharusnya menyimpan suhu panas jadi dingin karena keringat yang membasahi bahan bajunya.

Pos 1 jadi tempat istirahat sambil menstabilkan badan. Ada rekan yang berbaik hati membawakan keril, jadi Saya kayak mandor deh gak bawa peralatan 😀 . dibawa jalan badan jadi lumayan enakan walaupun belum bisa bawa keril.

Karena kami dipecah menjadi beberapa kelompok, kami saling tunggu agar jarak antarkelompok tidak terlampau jauh. Jika tim Leader sudah sampai dan tim Mid belum keliatan makan tim Leader akan menunggu sebentar tim Mid begitu juga tim Mid dan Sweaper. Fuihhhh… tak berasa eh bukan maksudnya tak dirasain walaupun kaki pegel, kami sampai di Surya Kencana.

Karena kami besok akan turun melewati jalur Cibodas. Jadi kami mencari tempat yang dekat dengan jalur untuk summit besok ke puncak Gede sambil mendaki sumber air yang kebetulan ada di Surya Kencana. Airnya bersih dan mengalir kayak sungai kecil gitu. Kurang lebih 1/2 sampai 1 meter lebar aliran sungainya. Kalau haus tinggal cedok seruput deh 😀 bersih dan seger ditenggorokan rasanya seperti air mineral yang di botol. Jangan ditanya sudah pasti dingin 😀 .

Kebersamaan semakin terasa ketika malam menjelang, efek pada ngumpul di tenda yang jadi tempat buat masak makanan wkwkwk.. Makan malam alakadarnya dan semua makanan terasa enak banget 😀 .

Udara semakin dingin, kopi baru diseduh gak lama udah dingin. Mesti buru-buru diseruput biar gak jadi es kopi. Males keluar tenda karena dingin, jadi tenda yang paling besar sekaligus tempat masak jadi ruang meeting (gaya2an).

Karena kami sampai atas itu hari kamis sempat kepikiran buat sholat jum’at besoknya. Jadi harus cepat-cepat sampe bawah biar keburu jum’atan. Setelah sholat subuh mata masih berat dan tidur lagi, eh mimpi basah wwkwkwkwk… ampun deh. Tapi ada hikmahnya juga, kalo mandi wajib dingin banget pasti. Yaudah gak sholat jum’at hari itu. Semoga dosa saya diampuni karena gak sholat jum’at, aamiin.

Pagi menjelang kami langsung beres-beres tenda dan peralatan sekalian sarapan pagi. Setelah selesai kuy cabut menuju summit. Perjalanan summit lumayan melelahkan, butuh waktu kurang lebih 1 smpai 1,5 jam tergantung kecepatan. Sampai di puncak ada warung loh 😀 .Ngopi dulu deh sambil foto-foto.

Karena kami mau cepat turun jadi gak berlama-lama kami di puncak Gede. Jalur turun (Cibodas) dari puncak Gede lumayan berbahaya karena ada banyak kerikil dan pasir jadi harus hati-hati. Apalagi ketemu jalur yang namanya sedikit seram “Tanjakan Setan”. Nah bagi yang penasaran mungkin bisa melihat cuplikan video di bawah ini.

Kondisi saat itu cukup ramai, jadi kami harus antri melewati jalur itu. Secara turunnya harus satu-persatu gak bisa berbarangan. Jika kalian ingin melewati jalur yang sedikit landai tapi jauh sebelum Tanjakan Setan ada jalur alternatif. Namun jika kurang paham mending jangan khawatir nyasar. Jalur yang ramai aja he2.

Temapt ngasoh yang kami ambil adalah Kandang Barudak (Kandang Badak). Ngopi dan minum deh sambil ngobrol dikit dan langsung jalan lagi, karena hari sudah menjelang sore. Ada benyak spot yang bagus jika lewat jalur Cibodas salah satunya air panas yang jika melewatinya harus hati-hati selain batunya licin dibawah itu ada air terjun yang panas.

Ketemu malam lagi di jalur turun, lumayan jauh ternyata. Karena kami start dari Puncak Gede jam 13:00an kalo gak salah. Jadi saran buat lo yang suka jalan, jika mau turun jangan lewat dari jam 10 pagi. Karena kaki mulai pegal dan harus istirahat Pos simpang air terjun Cibereum jadi tempat kami minum dan beristirahat sambil menunggu kelompok yang lain.

Dari jauh terlihat ada cahaya senter dan beberapa orang, nah itu kelompok yang kami tunggu. Karena kelompok yang kami tunggu sudah sampai kami pun melanjutkan perjalanan. Pegal dan capek jangan terlalu dirasain bawa enjoy aja 😀 . Setelah simpang tadi kalian akan manemui jalur yang terdiri dari jembatan semen.

Jika turun yang paling disukai itu ketika mendengar suara kendaraan dan melihat cahaya rumah warga karena artinya jarah ke Base Camp tidak jauh lagi. Tim Leader sudah lebih dulu sampai dan sudah pada tidur ternyata. Wuahhhhhhhh… enak banget kalo udah sampai 😀 .

Kami menunggu kelompok lain yang masih tertinggal dan tak lama terdengar suara HT komunikasi dari kelompok yang kami tunggu tadi mengabarkan jika salah satu rekan kami cidera kakinya dan tidak bisa berjalan cepat. Dengan sigap beberapa rekan yang sudah sampai pun langsung kembali ke atas untuk membantu. Pelan tapi pasti dengan kaki yang sedikit pincang kami membawa teman kami itu ke BC.

Bus yang kami sewa sudah menunggu dan kami langsung masuk dan mengecek semua peralatan. Perjalanan yang cukup panjang dan jauh. Tapi ya seperti biasa, gak bikin kapok 😀 .

Sampai di sini dulu ya jalan-jalan ke Gunung Gede nya. Semoga bermanfaat.

Salam Lestari 🙂